• 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Konglomerat: Lindungi Industri Padat Karya

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah perlu segera mengeluarkan kebijakan "blanket guarantee" untuk menjamin 100 persen dana nasabah yang ada di perbankan guna menciptakan stabilitas keuangan dalam negeri dan memberi suntikan ...

Comments

Read more

Flow Penanganan Bank Gagal

News image

  (1) Ditentukan pada besarnya perkiraan biaya untuk melakukan penyelamatan & dibanding biaya jika tidak dilakukan penyelamatan. Jika sistemik dan tidak menyertakan PS LPS tidak diwajibkan menyusun perkiraan biaya. (2) Dalam hal ekuitas Ba...

Comments

Read more

Bank Century: Sistemik atau Tidak? (Oleh:Faisal Basri)

Rasanya hampir mustahil untuk sampai pada kata sepakat bulat tentang apakah penutupan Bank Century akan berdampak sistemik atau tidak sistemik. Saya sekedar ingin berbagi di forum Kompasiana ini tentang apa yang saya ...

Comments

Read more

Prinsip-Prinsip Dasar Pengambilan Keputusan Terhadap Bank Century

Pengambilan keputusan terhadap Bank Century didasarkan pada 3 asas berikut: asas kesesuaian aturan perundang-undangan; asas kewenangan yang sah; dan asas tujuan yang bermanfaat dan bertanggung-jawab. Kebijakan KSSK dalam rangka menetapkan Bank Century sebagai Bank Gaga...

Comments

Read more

Catatan Akhir Kasus Century (1); Kado Istimewa buat Bu Menteri

Banyak bolong dalam kerja Panitia Angket yang hampir berakhir. Belum secuil pun bukti penyelewengan dana penyelamatan Century diperoleh.MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak akan pernah lupa hari itu: Rabu, 26 ...

Comments

Read more

Welcome

Situs ini dikembangkan dengan semangat non-partisan, anti corruption, good governance, independen, dan pemihakan yang jelas kepada kebenaran dan Republik. Untuk informasi dan partisipasi Anda dapat mengirimkan email ke info@indonesiarecovery.com. 

Salam Recovery!

Pendapat Anda

Apa yang menjadi masalah utama dalam penanganan Bank Century

Banyak bolong dalam kerja Panitia Angket yang hampir berakhir. Belum secuil pun bukti penyelewengan dana penyelamatan Century diperoleh.

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak akan pernah lupa hari itu: Rabu, 26 Agustus 2009. Sebuah “kado” istimewa menandai hari ulang tahunnya yang ke 47. Di halaman muka harian Rakyat Merdeka yang terbit pagi itu, sebuah berita heboh tentang dirinya langsung membetot mata. “Ani akan Dicecar Kasus Century”, begitu judulnya. Dan sejak itulah kasus ini terus mengusiknya.

 

Benarkah bahwa dana PMS (Penyertaan Modal Sementara) digunakan untuk membayar nasabah besar saja, sementara nasabah kecil tidak dibayar dan Bank Century tidak membayar simpanan nasabah tertentu yang terkait dengan Antaboga? Temukan Prasangka dan Fakta terkait hal-hal tersebut!

 

Perlu disadari bahwa penanganan permasalahan Bank Century pada dasarnya mencakup tiga fase penanganan, yakni fase pembinaan dan pengawasan oleh Bank Indonesia (sebelum 20 November 2008), fase pengambilan keputusan Bank Berdampak Sistemik oleh KSSK (tanggal 20 dan 21 November 2008) dan fase penyelamatan bank melalui penyuntikan dana oleh LPS (setelah 21 November 2008). 

 
TOPIK PRESENTASI 
  • Latar Belakang Situasi Kritis 
  • Tekanan Pada Sektor Perbankan 
  • Aliran modal Bank Century
  • Laporan Audit Investigasi BPK 
  • Proses Politik Panitia Khusus DPR

Penjelasan Penanganan Bank Century  : 

 

 
global-crisis-timeline-2007-2009-large

Bagaimana gelombang Krisis yang dimulai sejak akhir 2007 sampai ke periode penyelamatan Bank Century pada Akhir 2008 dan kondisinya sampai 2009, Anda dapat mengetahui kronologis peristiwa Internasional sampai pada tindakan yang dilakukan dalam penyelematan Bank Century pada artikel ini 

 

Rasanya hampir mustahil untuk sampai pada kata sepakat bulat tentang apakah penutupan Bank Century akan berdampak sistemik atau tidak sistemik. Saya sekedar ingin berbagi di forum Kompasiana ini tentang apa yang saya sampaikan di hadapan Pansus Century pada hari Kamis malam, 21 Januari 2010.

Pada kesempatan itu saya menyampaikan dua hal. Pertama, kita tidak bisa menilai apa yang terjadi lebih setahun yang lalu dengan acuan keadaan sekarang. Mungkin analogi berikut bisa membantu: pada November 2008 saya terserang gejala demam berdarah. Saya buru-buru ke rumah sakit untuk segera ditangani. Ada sahabat yang mengatakan tak perlu ke rumah sakit, cukup istirahat dan minum obat. Saya tak mengindahkan saran sahabat itu.

Selengkapnya di: http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/25/bank-century-sistemik-atau-tidak/

 

Psikologis pasar saat itu menusuk dan menekan karena nilai investasi terkuras tajam hampir rata-rata 40 %Lebih dasyat lagi, pinjaman antar Bank telah berhenti sama sekali dan dapat dikatakan likuiditas di pasar perbankan tidak ada sama sekali. Keadaan ini mendorong Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan secara cepat dan tepat waktu dengan melakukan perubahan-perubahan penilaian aktiva. Masih dalam ingatan kita semua bahwa hampir semua industri dan para pengamat termasuk perseorangan baik dalam negri maupun luar negeri menyambut respon Pemerintah tersebut.

 

Berawal dari permasalahan kegagalan pembayaran kredit perumahan (subprime mortgage default) di Amerika Serikat (AS), krisis kemudian menggelembung merusak sistem perbankan bukan hanya di AS namun meluas hingga ke Eropa lalu ke Asia. Secara beruntun menyebabkan effect domino terhadap solvabilitas dan likuiditas lembaga-lembaga keuangan di negara negara tersebut, yang antara lain menyebabkan kebangkrutan ratusan bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Krisis kemudian merambat ke belahan Asia terutama negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Singapura, Hongkong, Malaysia, Thailand termasuk Indonesia yang kebetulan sudah lama memiliki surat-surat beharga perusahaan-perusahaan tersebut.

 

 
Share on facebook