Login
|
BANK Indonesia (BI) mengimbau perbankan nasional untuk mening katkan kewaspadaan. Bank juga perlu mengintensifkan langkah mitigasi atas peningkatan ri siko kredit. Pasalnya, hasil analisis risiko BI pada bank memperlihatkan ada nya peningkatan rasio kredit bermasalah (non performing loan/ NPL). Pada tahun depan, NPL di prediksi berada di kisaran 5%. Sementara itu, pada September 2008, NPL masih berada di kisaran 3,89%. “Risiko kredit akan moderat walau angka NPL masih normal Di September hanya 3,89%. Akan tetapi, trennya, NPL memang m e n i n g k a t meski masih ada di angka psikologis 5%,” jelas Deputi Gu bernur BI Muliaman D Ha dad kepada wartawan. Lebih rinci, Di rektur Pene litian dan Pe ngaturan Per bankan BI Ha lim Alamsyah menjelaskan te kanan kenaikan NPL ini berasal dari memburuknya kinerja sektor riil. Pasalnya, BI memperkirakan pascamembaiknya situasi sektor keuangan, krisis akan berpindah ke sektor riil. Kondisi itu akan menjadi faktor utama da lam memengaruhi kredit khu susnya NPL. Krisis sektor riil itu mulai terlihat dengan anjloknya harga komoditas dan melemahnya ekspor. “Bank-bank tentu perlu waspada dan segera mengupayakan langkah mitigasi kenaikan risiko kredit ini,” katanya ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin. Padahal, berdasarkan data yang dirilis BI dalam situsnya, NPL sampai September 2008 se benarnya turun apabila dibandingkan dengan NPL Agustus 2008. Yakni dari 3,42% menjadi 3,32%. Namun, secara nominal, jumlah kredit yang masuk kategori kurang lancar, diragukan, hingga macet bertambah. Yaitu, jika pada Agustus posisinya Rp41,199 triliun, September lalu naik menjadi Rp41,370 triliun. Tetapi, untuk jumlah bank yang NPL-nya lebih besar dari 5% per September 2008, jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Yakni dari 28 bank menjadi 17 bank. Selain NPL, BI juga mengingatkan agar bank memperhatikan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mereka. Pasalnya, hingga September 2008, jumlah bank yang memiliki CAR melebihi angka 12% menyusut dari 110 bank menjadi 103 bank. (Toh/E-1) |

